info thiess satui

Di posting oleh akhmad jazuli pada 04:53 PM, 29-May-13

Thiess Rumahkan 3000 Karyawan Kontraktor Tambang Arutmin Satui dan
Senakin Sabtu, 4 Mei 2013 - 09:06:27 | Utama | Dibaca : 3040 Kali ALAT BERAT - Alat- alat milik PT Thiess bekerja dikawasan tambang Arutmin, sementara ini alat-alat tersebut ikut nganggur KOTABARU - Belum hilang suasana peringatan hari buruh sedunia 1 Mei, kabar mengejutkan datang dari para pekerja PT Thiess, salah satu kontraktor terbesar di PT Arutmin Indonesia (AI). Sumber Radar Banjarmasin di lapangan menyebut, perusahaan asal Australia ini merumahkan 3000 karyawannya yang bekerja di tambang Satui Kabupaten Tanah Bumbu dan tambang Senakin di Kotabaru. Masing-masing tambang memiliki pekerja sekitar 1500 orang.
"Kerjanya sekarang nongkrong-nongkrong di rumah saja, kami takut kalau tidak dipekerjakan lagi," ujar sumber yang tidak mau disebut namanya ini.
Mereka pun berharap, kondisi ini tidak berlangsung lama, sehingga bisa bekerja lagi seperti semula. Mengenai penyebabnya, karyawan yang bekerja di Bagian Administrasi perusahaan tersebut mengaku tidak tahu.
"Saya tidak punya kapasitas untuk menjawab pertanyaan itu, karena saya bekerja di bagian administrasi saja. seperti mengantar surat ke polres dan sebagainya," jelasnya.
Adapun sumber Radar Banjarmasin di Senakin menyebut, mereka dirumahkan sejak 2 Mei lalu. "Kalau dengar isunya, perusahaan nombok untuk bayar gaji kami. Nah, karena Arutmin belum bayar hutang, sementara anggaran Thiess menipis, makanya kami dirumahkan," katanya.
Hasil penelusuran Radar Banjarmasin, diduga hal ini berkaitan dengan gugatan PT Thiess kepada kelompok usaha Bakrie. Seperti yang diberitakan situs
online The Indonesianway, 9 April 2013, PT Thiess mengajukan gugatan kepada PT Arutmin Indonesia senilai US$8,5 juta (Rp81,6 miliar). Gugatan ini terkait dengan dana siaga (standby cost) di dua proyek anak usaha PT Bumi Resources Tbk, yaitu Satui dan Senakin.
Pada awalnya, Thiess mengajukan gugatan senilai US$
165 juta (Rp1,5 triliun). Namun kelompok usaha Bakrie ini membayar US$54 juta (Rp518 miliar) sebagai tuntutan balasan dengan karena mengalami penurunan produksi batubara. Kabarnya, kedua perusahaan ini sedang berdiskusi mengenai sengketa ini dan belum diketahui apa kesepakatan antara kedua belah pihak.
Sementara itu, HRD PT Thiess Site Senakin Kotabaru, Riyadi membenarkan adanya instruksi dari kantor pusat perusahaan di Jakarta, untuk merumahkan seluruh karyawan. "Kami hanya dapat informasi itu. Kalau hal lain menyangkut latar belakang, konfirmasi saja ke kantor pusat," terangnya, Jumat kemarin (3/5)
.
Sementara dia mengaku, semua gaji karyawan sebelumnya tetap dibayar. Jadi tidak benar, isu yang mengatakan kalau Thiess tidak membayar gaji karyawannya.
Terpisah, External Affairs PT Arutmin Indonesia Zainuddin JR Lubis ketika dihubungi masalah ini, mengaku belum bisa berkomentar. "Silahkan jika mereka (orang Thiess, Red) sudah ngomong soal itu," ujarnya. (zal/yn/bin)

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

Belum ada komentar. Tulislah komentar pertama!

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)

Kode Keamanan:
Aktifkan Gambar